Buddha's Light International Association

Mengenal
BLIA


Organisasi umat Buddha internasional di bawah naungan Fo Guang Shan, yang didirikan oleh Master Hsing Yun untuk membawa Buddhisme Humanistik ke tengah kehidupan sehari-hari.

0
Negara
0
Asosiasi Cabang
0
Benua
0
Anggota Sangha
0
Kompleks Pusat

Perjalanan

Sejarah BLIA

Dari kelahiran seorang guru di Yangzhou hingga jaringan di lima benua.

1927

Master Hsing Yun lahir

Lahir di Yangzhou, Tiongkok. Beliau menjadi tokoh besar dalam perkembangan Buddhisme modern, khususnya aliran Humanistic Buddhism.

1949

Bermigrasi ke Taiwan

Di tengah perubahan besar akibat situasi politik di Tiongkok daratan, beliau bermigrasi ke Taiwan untuk melanjutkan perjalanan dharma dan pengabdiannya.

1967

Fo Guang Shan didirikan

Pada 16 Mei 1967 di Kaohsiung, Taiwan. Kompleks pusatnya seluas sekitar 100 hektar dan berkembang menjadi pusat pendidikan Buddhis, museum, universitas, vihara, serta tempat ziarah umat Buddha dari berbagai negara.

1991

Cikal bakal BLIA

Pada 3 Februari 1991 dibentuk Zhong Hua Fo Guang Xie Hui di Taipei, sebagai organisasi umat awam Fo Guang Shan.

1992

BLIA resmi didirikan

Pada 16 Mei 1992, Buddha's Light International Association resmi berdiri sebagai organisasi internasional, berpusat di Hsi Lai Temple, Los Angeles, California, Amerika Serikat.

1992

BLIA Sumatera Utara berdiri

Ven. Shi Zong Ru datang ke Medan dan mulai membimbing umat serta menyebarkan ajaran Humanistic Buddhism, lalu mendirikan BLIA Sumatera Utara di bawah bimbingan Master Hsing Yun.

Kini

Lima benua, tiga kota

BLIA kini berada di lebih dari 180 negara dengan lebih dari 200 asosiasi cabang. Di Sumatera Utara, BLIA hadir di Medan, Berastagi, dan Lubuk Pakam.

Master Hsing Yun
Master Hsing Yun Pendiri Fo Guang Shan & BLIA

Sang Pendiri

Master
Hsing Yun


Sebagai tokoh yang sangat mengutamakan pendidikan sebagai dasar penyebaran Dharma, Master Hsing Yun berpendapat bahwa Buddhisme tidak hanya dipraktikkan di vihara, tetapi harus melalui pendidikan, budaya, dan pelayanan masyarakat agar ajaran Buddha dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk mewujudkan visi tersebut, beliau mendirikan berbagai institusi pendidikan dan lima perguruan tinggi Buddhis di bawah sistem pendidikan Fo Guang Shan. Melalui sistem ini, beliau telah mendidik sekitar 1.500 anggota Sangha yang kemudian menyebarkan ajaran Buddhisme ke berbagai negara.

人間佛教

Buddhisme Humanistik

Menjadikan Buddhisme hadir dalam kehidupan manusia — bukan hanya di gunung atau vihara, tetapi di tengah masyarakat.

Y.A. Master Tai Xu
Penggagas
Y.A. Master Tai Xu
Y.A. Master Hsing Yun
Pewujud
Y.A. Master Hsing Yun

Gagasan Humanistic Buddhism yang dipromosikan oleh Master Tai Xu kemudian diwujudkan dan dikembangkan secara nyata oleh Master Hsing Yun melalui Fo Guang Shan, sehingga menjadi gerakan Buddhisme modern yang berkembang di seluruh dunia.

Kaligrafi 人間佛教

Empat konsep utama

Ajaran yang dijalankan harus berdasarkan Dharma yang diajarkan oleh Buddha, bukan takhayul atau kepercayaan yang tidak sesuai dengan ajaran Buddha. Dasarnya adalah kebijaksanaan, sebab akibat (karma), dan jalan menuju pencerahan.

Ajaran Buddha harus menjawab kebutuhan manusia dalam kehidupan nyata, seperti kebahagiaan, ketenangan batin, etika, hubungan keluarga, pekerjaan, dan kehidupan sosial.

Buddhisme menekankan perbuatan baik, welas asih, kebajikan, dan keindahan moral dalam kehidupan manusia, sehingga dunia menjadi lebih damai dan harmonis.

Tujuan akhir Buddhisme Humanistik adalah memurnikan hati manusia, mengurangi keserakahan, kebencian, dan kebodohan, sehingga manusia menjadi lebih bijaksana, penuh welas asih, dan hidup lebih bermakna.

Arah

Visi & Misi

Visi I
Menjalankan ajaran Sang Buddha

Sepenuh hati menerima dan menjalankan ajaran Sang Buddha, taat dan menghormati Triratna, menyebarluaskan Buddha Dharma dengan memberi manfaat bagi semua makhluk hidup, serta menyadarkan masyarakat umum agar menuju jalan pencerahan.

Visi II
Mempelopori Dharma dalam kehidupan

Mempelopori Buddha Dharma dalam kehidupan, membangun tanah suci sinar Buddha, serta merealisasikan kasih sayang universal dan welas asih untuk menolong makhluk hidup di dunia ini.

Visi III
Berdisiplin dalam sila Buddhis

Berdisiplin dalam sila Buddhis, mengharmonisasikan lima arah tujuan Buddhisme, menjalankan sila, konsentrasi benar, dan kebijaksanaan demi mencapai penyempurnaan kepribadian diri.

Visi IV
Mengembangkan karakteristik internasional

Mengembangkan karakteristik internasional, melibatkan diri dalam bidang pendidikan dan kebudayaan, memperluas wawasan, serta menitikberatkan kebersamaan dalam setiap lapisan masyarakat.

Misi I
Mempelopori ajaran Buddhis humanistik
Misi II
Membangun tanah suci sinar Buddha
Misi III
Memurnikan sanubari umat manusia
Misi IV
Mewujudkan perdamaian dunia

Di Sumatera Utara

BLIA Sumut

Berdiri pada tahun 1992, kini hadir di tiga kota dengan kegiatan pembinaan umat, kelas Dharma, bakti sosial, donor darah, kegiatan pemuda BLIA YAD, perayaan Waisak, pendidikan Buddhis, dan kegiatan kebudayaan.